Analisis Jurnal 3

Published October 2, 2011 by Kania Sekar Asih

Jurnal  3

Tema : Bauran Pemasaran

Judul : Pengaruh Program Bauran Pemasaran Jasa terhadap Perolehan Laba Perusahaan Jasa Konsultan Perencana Bangunan di Pulau Jawa

Penulis : Surachman Surjaatmadja

Tahun : 2005

Latar Belakang Penelitian

Sektor jasa di Indonesia akan mengalami kecenderungan pertumbuhan yang meningkat sehubungan dengan kecenderungan pertumbuhan sektor primer dan sektor sekunder yang pada tahun 2000 mengalami pertumbuhan 1,67% (untuk sektor primer), 6,20% (untuk sektor sekunder) dan 3,42% (untuk sektor jasa) (Badan Pusat Statistik, 2000). Di Indonesia industri jasa terus mengalami perkembangan. Dari sisi pertumbuhannnya, industri ini mengalami peningkatan sebesar 40% pada tahun 1983, menjadi 42,1% pada tahun 1994, padahal pada periode yang sama industri primer mengalami penurunan sebesar 44% atau hanya 27%. (Badan Pusat Statistik, 2000), Jasa konsultan konstruksi yaitu perusahaan jasa konsultan bidang konstruksi termasuk jasa konsultan perencana bangunan saat ini jumlahnya hampir sama dengan jumlah perusahaan jasa konsultan bidang non konstruksi, karena adanya pergeseran paradigma pembangunan di Indonesia (Warsoadhi,2003).

Namun demikian menurut survei INKINDO (1997), melalui neraca perusahaan, diperoleh data secara umum bahwa kinerja perusahaan yang dapat diindikasikan dari laba bersih perusahaan (net profit margin) yang diperoleh konsultan mengalami penurunan sebesar 9,05% pada tahun 1994, 9,01% pada tahun 1995 dan 8,02% pada tahun 1996. Pada tahun 1998 – 2003 sudah mencapai 37,5%. Dari ketiga bidang jasa konsultan yang mengalami penurunan perolehan laba bersih perusahaan paling besar (37.5%) adalah perusahaan jasa konsultan studi detail terutama jasa konsultan konstruksi perencana bangunan, dibandingkan dengan jasa konsultan manajemen yang mengalami kenaikan sebesar 15% – 47% (Litbang, DPN INKINDO, 2002). Ditambahkan bahwa sejak tahun 1997 sampai tahun 2003, perolehan laba bersih perusahaan yang diperoleh dari perolehan proyek yang dapat dikerjakan oleh perusahaan jasa konsultan bidang konstruksi perencana bangunan kelas besar yang berdomisili di Bandung, Jakarta, Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya, mengalami penurunan antara 25% hingga 57,5%.

Dari uraian tersebut diatas terungkap bahwa walaupun peluang investasi naik dari tahun ke tahun, namun pengaruhnya tidak signifikan terhadap perolehan laba bersih perusahaan dari proyek yang diperoleh perusahaan jasa konsultan perencana bangunan. Selain itu sebagian besar perusahaan memiliki keterbatasan sumberdaya yang tersedia baik kemampuan sumberdaya manusia maupun kemampuan memadukan, program bauran pemasaran jasa (service marketing mix programme) yang akan digunakan untuk mencapai pasar sasaran. Keadaan ini merupakan bahan pertimbangan bagi perusahaan jasa konsultan perencana bangunan dalam meningkatkan kemampuan seluruh jajaran manajemen dan teknik operasional yang dapat mempertahankan eksistensinya melalui pengkajian terhadap program bauran pemasarannya secara terpadu.

Apabila organisasi perusahaan kurang memperhatikan tepatnya program bauran pemasarannya, dikhawatirkan upaya perusahaan untuk memperoleh laba akan mengalami kegagalan. Untuk itu perlu diteliti “Pengaruh Program Bauran Pemasaran Jasa terhadap Perolehan Laba Perusahaan Jasa Konsultan Perencana Bangunan di Pulau Jawa”.

 

Rumusan Masalah

1.    Bagaimana program bauran pemasaran jasa dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan perencana bangunan?

2.    Seberapa besar pengaruh program bauran pemasaran jasa konsultan perencana bangunan berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan jasa konsultan perencana bangunan dan variabel mana yang pengaruhnya dominan?

 

Tujuan Penelitian

1.    Mengetahui dan mempelajari bagaimana penyusunan program bauran pemasaran jasa dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan perencana bangunan.

2.    Menganalisis dan menginformasikan besarnya pengaruh program bauran pemasaran jasa konsultan perencana bangunan terhadap perolehan laba perusahaan dan meneliti variabel yang pengaruhnya dominan.

Metode Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah dua metode survei yaitu: descriptive survey dan explanatory survey. Tipe investigasi penelitian ini adalah tipe investigasi kausalitas dan korelasional unit analisis (unit of analysis). Penelitian ini adalah individual. Dilihat dari jangka waktu pengumpulan data (time horizon) penelitian ini bersifat cross section (Sekaran, 2003:137). Pengumpulan data dilakukan pada bulan Oktober sampai November 2003.

Tabel 1

Operasionalisasi Variabel Penelitian

Variabel

/Subvariabel

Konsep

Variabel / Subvariabel

Indikator

Ukuran

Skala

Program bauran pemasaran jasa

 

Serangkaian program kegiatan berupa kombinasi dari produk jasa yang ditawarkan, mencakup harga, promosi, saluran pemasaran, sumberdaya manusia, proses pelayanan dan fasilitas fisik yang digunakan untuk melayani pasar sasaran Kesesuaian bauran pemasaran jasa dengan pasar sasaran

 

Tingkat kesesuaian bauran pemasaran jasa dengan pasar sasaran

 

Ordinal

Perolehan laba perusahaan

 

Merupakan salah satu konstruk (faktor) yang digunakan untuk mengukur dampak dari sebuah strategi dan program perusahaan, berupa ukuran keuangan umum diterima untuk menyatakan kinerja perusahaan Tingkat hasil kerja yang dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode operasional yang dibandingkan dengan sasaran, standard dan kriteria yang telah ditetapkan

 

Rupiah / prosentase

 

Rasio

Dalam penelitian ini ukuran sampel ditentukan oleh bentuk uji statistik yang akan digunakan. Uji statistik yang digunakan adalah Analisis Jalur (Path Analysis), secara iteratif (perhitungan berulang-ulang). Dari perhitungan iterasi ke-3 diperoleh angka puluhan yang sama yaitu 138, maka ukuran sampel minimum dalam penelitian ini adalah 138, dibulatkan ke atas menjadi 140 perusahaan atau 31,32% dari populasi.

Dalam penelitian ini dilakukan pengujian tingkat pengaruhnya dari masing-masing variabel program bauran pemasaran jasa terhadap perolehan laba perusahaan. Mengingat variabel-variabel program bauran pemasaran jasa kemungkinan terjadi saling terkait (multi corellation), maka untuk menguji besarnya pengaruh dari masing-masing variabel tersebut digunakan analisis jalur (path analysis), dengan persyaratan data yang akan diuji harus linier, strukturnya dapat digambarkan sebagai berikut:

Dalam hal ini, pYX1, pYX2, …, pYX7, merupakan koefisien jalur. Struktur hubungan variabel tersebut dapat dinyatakan ke dalam persamaan regresi, yaitu:

Dengan menggunakan metoda kuadrat terkecil, harga-harga bYX1,bYX2,…,bYX7 dapat ditentukan melalui:

1. Berdasarkan data yang ada, hitung koefisien korelasi sederhana dengan menggunakan rumus

harga koefisien korelasi antar variabel dibuat dalam sebuah matriks korelasi dengan bentuk sebagai berikut :

Y X1 X2 … Y

Dimana k = 7

1. Menghitung matriks invers korelasinya

Y X1 X2 … Y

2. Menghitung koefisien jalur dengan rumus

pYxi merupakan koefisien jalur dari variabel XI terhadap variabel Y

rYxi korelasi antara variabel Y dengan variabel XI

CRij unsur elemen pada baris ke-I dan kolom ke-j dari matriks invers korelasi

H0 : pYX1 = pYX2 = … = pYX7 = 0

H1 : sekurang-kurangnya ada sebuah pYXi ≠ 0, i = 1, 2, 3, …, 7

Statistik uji yang digunakan adalah:

Statistik uji di atas mengikuti distribusi F Snedecor dengan derajat bebas db1 = k dan db2 = n – k – 1.

Kriteria uji, tolak H0 jika F > Fα; (k, n-k-1) dengan F; (k, n-k-1) diperoleh dari tabel distribusi F dengan α = 5%, derajat bebasnya, db1 = k, dan db2 = n-k-1. Jika hipotesis mayor dalam penelitian signifikan, maka selanjutnya dapat dilakukan pengujian untuk hipotesis minor, yaitu:

1.    Bauran Produk jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

2.    Bauran Tarif jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

3.    Bauran Lokasi/tempat pelayanan jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

4.    Bauran Promosi jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

5.    Bauran Pelayanan petugas jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

6.    Bauran Sarana fisik jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

7.    Bauran Proses jasa tidak berpengaruh terhadap perolehan laba perusahaan

Statistik Uji untuk setiap Hipotesis tersebut adalah:

Dalam hal ini P YX1, dan P YX2, merupakan koefisien jalur. Struktur hubungan variabel tersebut dapat dinyatakan ke dalam persamaan regresi, yaitu:

Y = b0 + b1x1 + b2x2

Koefisien jalur dapat ditentukan melalui rumus berikut ini:

dan koefisien regresi b0, b1, dan b2 dapat dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini:

Melalui paradigma dan persamaan regresi, maka hipotesis konseptual tersebut akan diuji melalui analisis jalur/Path Analysis.

Dalam hal ini P YX1, & P YX2 merupakan koefisien jalur. Struktur hubungan variabel tersebut dapat dinyatakan ke dalam persamaan regresi, yaitu :

Y = b0+ b1x1 + b2x2

Jika hipotesis penelitian tersebut dinyatakan ke dalam hipotesis statistik maka :

H0 : Pyx1 = Pyx2 = 0

H1 : sekurang-kurangnya ada sebuah Pyxi = 0, i = 1, & 2.

Statistik uji yang digunakan adalah:

dalam hal ini ryxi adalah korelasi antara variabel Xi dan Y dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

i = 1, 2, 3, …, 7 dan k = banyaknya variabel bebas

Kriteria uji, tolak H0 jika F0 > Fα; (k, n-k-1)

1. dengan Fα; (k, n-k-1) didapat dari tabel distribusi F dengan α = 5%, derajat bebasnya, db1 = k, dan db2 = n-k-1.

Statistik Uji untuk setiap Hipotesis tersebut adalah:

Tolak H0, jika t0i ≥ tαi (n-k-1)

Pengaruh variabel lainnya dapat ditentukan melalui :

 

Hasil Penelitian

Hasilnya dari setiap bauran pemasaran adalah hanya 2,14% yang menyatakan agak sesuai dan 5,00% cukup sesuai antara bauran produk jasa dengan karakteristik pasar sasaran, sedangkan 2,14% menyatakan sangat sesuai. Hanya 2,14% dan 0,71% perusahaan yang dalam menetapkan tarif suatu pekerjaannya berdasarkan biaya, permintaan dan persaingan serta pasar sasaran sebagai bahan pertimbangan lain artinya dalam menetapkan tarif dilihat dulu siapa pelanggannya. Didalam usaha penetapan harga, perusahaan dapat mempertimbangkan unsur-unsur seperti: harga dasar, potongan harga, syarat kredit, syarat penyerahan dan keringanan harga. Bahwa keputusan dirjen cipta karya yang seperti dikemukakan diatas merupakan harga / tarif dasar didalamnya sudah termasuk laba minimum yang dapat diperoleh oleh perusahaan jasa konsultan perencana ini. Komponen biaya dasar ini biasanya termasuk didalamnya adalah biaya personil dan biaya operasional serta biaya bahan habis pakai atau biaya langsung dan biaya tak langsung. Strategi bauran saluran pemasaran akan lebih efektif apabila perusahaan mempertimbangkan unsur-unsur waktu, kualitas, kuantitas, harga, dan lokasi pembeli (the five right ie: right time, right quality, right quantity, right price and right place). Pertimbangan tersebut dimaksudkan agar dapat memenuhi harapan pembeli. Kualitas adalah kesesuaian antara apa yang diberikan oleh perusahaan (performance) dengan harapan pelanggan. Ketepatan jumlah, harga, dan lokasi juga merupakan hal yang tidak dapat diabaikan dalam rangka penyampaian jasa kepada pelanggan. Dari hasil penelitian ini terungkap bahwa sebagian besar perusahaan (70,00%) cukup mampu, bahkan 12,14% mampu dan 7,85% sangat mampu menyediakan fasilitas fisik untuk menunjang proses operasi dan penyampaian jasanya kepada pelanggan. Sebagian besar perusahaan (70,71%) cukup mampu dan 12,85% mampu bahkan 7,85% perusahaan sangat mampu untuk menyediakan sumberdaya manusia yang sesuai dengan jasa yang ditawarkan. Sebagian besar (67,14%) perusahaan masih cukup mampu mempermudah proses operasi dan penyampaian jasa yang ditawarkan, hal ini menunjukkan bahwa walaupun prosedur proses dan penyampaian jasa ini memiliki prosedur standar namun demikian masih banyak peluang inovasi agar proses dan penyampaiannya lebih mudah diterima oleh pelanggan. Apalagi apabila perusahaaan mampu menyediakan fasilitas yang modern dalam rangka mempercepat proses dan mempermudah permintaan, harapan dan keinginan pelanggan. Bahkan 10,71% perusahaan mampu dan 8,57% perusahaan sangat mampu untuk melakukan hal tersebut, ini berarti bahwa perusahaan masih dapat memberikan dan meningkatkan pelayanan yang lebih berkualitas kepada pelanggan sesuai dengan salah satu tuntutan pelanggan untuk mempermudah menjadikan proses operasinya lebih sederhana agar dapat dimengerti oleh pelanggan. Perolehan laba bersih perusahaan yang terbatas ini berakibat pada keunggulan yang dimiliki seperti tidak adanya investasi pada peralatan, tidak adanya pelatihan dan pengembangan sumberdaya manusia dan sebagainya. Pada peraturan yang ada, bagian bagi jasa konsultan perencana berkisar antara 3% – 7% dari total biaya yang tersedia, selebihnya dipergunakan untuk kontraktor pembangunan fisik, pengawas / manajemen konstruksi dan pengelola proyek. Dari porsi yang 3% – 7% tersebut perolehan laba yang diperoleh berkisar antara 5% – 18%, oleh karena itu dalam penelitian ini akan diungkap perolehan laba bersih perusahaan jasa konsultan perencana bangunan ini berkisar antara kurang dari 5%, 5 10 5 dan diatas 10%, laba bersih yang diperoleh oleh perusahaan jasa konsultan perencana bangunan ini tidak dapat dilepaskan dari acuan yang dikeluarkan oleh Dirjen Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum Nomor : 295/KPTS/CK/1997 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Gedung Negara yang di dalamnya diatur ketentuan tentang prosentase komponen biaya pembangunan mulai dari biaya konstruksi fisik, biaya perencanaan, pengawas dan pengelola proyek. Walaupun pedoman ini ditujukan untuk pembangunan gedung-gedung negara tetapi acuan ini dapat dipergunakan apabila pihak lain selain negara melakukan pembangunan fisik bangunan bahkan kadang-kadang peraturan ini dimodifikasi disesuaikan dengan kesepakatan antara pihak yang terlibat dalam proyek pembangunan fisik bangunan. Di dalam peraturan tersebut ditetapkan masing-masing bagian fee dari pihak yang terlibat, salah satu contoh apabila sebuah bangunan bernilai lebih dari Rp. 1 milyar, maka prosentase biaya bagi konstruksi fisiknya sebesar 95,40% – 95,81%, dengan prosentase biaya untuk perencanaan 2,16% – 2,39%, prosentase biaya manajemen konstruksi 1,91% – 2,05% dan bagi pengelola proyek antara 0,12% – 0,16%. dari keadaan tersebut dapat dihitung perolehan laba bersih bagi jasa konsultan perencana dengan perolehan tersebut dikurangi dengan biaya-biaya operasional dan kebutuhan lain.

Pengaruh variabel penyebab program bauran pemasaran jasa (X), terhadap variabel akibat perolehan laba perusahaan (Y), diperlihatkan oleh besarnya parameter struktural ditentukan melalui struktur ini dan diuji melalui persamaan sebagai berikut :

Lebih jelasnya dapat digambarkan dengan diagram jalur dalam struktur sebagai berikut :

Berdasarkan hasil analisis statistik ternyata program bauran pemasaran jasa didalam perusahaan jasa konsultan perencana bangunan ini, berpengaruh secara nyata terhadap perolehan laba perusahaan, dengan masing-masing program bauran berpengaruh seperti pada tabel berikut :

Tabel 2

Koefisien Pengaruh Program Bauran Pemasaran Jasa terhadap

Perolehan Laba Perusahaan JasaKonsultan Perencana Bangunan

Pengaruh

Variabel

Koefisien

Jalur

Pengaruh

Langsung

R2ZY1, … ZY7

X1 terhadap Y 0.12 0.014 0.098
X2 terhadap Y 0.13 0.017 0.111
X3 terhadap Y 0.18 0.032 0.162
X4 terhadapY 0.16 0.026 0.143
X5 terhadap Y 0.24 0.058 0.220
X6 terhadap Y 0.14 0.020 0.120
X7 terhadap Y 0.14 0.020 0.122
R2 0.976

Sumber: Hasil Pengolahan Data 2003

Oleh karena data yang digunakan untuk menguji proposisi hipotetik yang dikemukakan dalam penelitian dasarnya adalah sampel berukuran (n=140), maka sebelum disimpulkan mengenai hubungan kausal yang digambarkan pada diagram jalur, perlu dilakukan pengujian kebermaknaan (test of significance) setiap koefisien jalur yang telah dihitung. Untuk pengujian hipotesis 6 ini dengan sub struktur 6, seperti digambarkan di atas diuji melalui analisis jalur dengan hipotesis operasional yang bentuknya :

Ho : Pxy ≤ 0,

H1 : PXy > 0

Hipotesis di atas diuji melalui statistik uji :

Statistik uji di atas mengikuti distribusi t dengan v = n – k – 1, hasilnya dapat dilihat secara rinci pada tabel dibawah ini :

Tabel 3

Hasil Pengujian Hipotesis

Pengaruh Variabel

Koefisien Jalur

T Hitung

T Tabel

Pengujian Hipotesis

X1 terhadap Y

0.12

4.38

1.656

H0 Ditolak

X2 terhadap Y

0.13

4.50

1.656

H0 Ditolak

X3 terhadap Y

0.18

5.16

1.656

H0 Ditolak

X4 terhadapY

0.16

4.80

1.656

H0 Ditolak

X5 terhadap Y

0.24

6.62

1.656

H0 Ditolak

X6 terhadap Y

0.14

4.79

1.656

H0 Ditolak

X7 terhadap Y

0.14

4.62

1.656

H0 Ditolak

Sumber: Hasil Pengolahan Data 2003

Kesimpulan

1.    Program Bauran Pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan jasa konsultan perencana bangunan di P. Jawa telah dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran terutama yang berkaitan dengan produk, harga, personil dan proses.

2.    Besarnya pengaruh program bauran pemasaran jasa terhadap perolehan laba perusahaan sebesar : 0,976

 

Rekomendasi dan Implikasi

Program bauran pemasaran yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan sasaran pasar berpengaruh besar pada laba perusahaan jasa konsultan perencana bangunan di Pulau Jawa, untuk itu karakteristik sasaran pasar perlu diperhatikan agar dapat menyusun program pemasaran yang tepat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: