Diskriminasi di Korea

Published January 24, 2011 by Kania Sekar Asih

Ini adalah artikel yang ditulis oleh Tirza dari blog kadorama-recaps.blogspot.com.

Ada artikel menarik di Korea Times, sepertinya beberapa orang Asia Tenggara merasa di-diskriminasi ketika tinggal di Korea Selatan. Terutama kalau mencari rumah sewaan.

Ini artikelnya :

Michel Catuira (Filipina) tinggal di Korea tapi ia mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal. Banyak pemilik rumah kontrakan di Korea yang tidak ingin menyewakan rumah padanya, mereka berkata hanya ingin menyewakan rumah untuk orang Korea atau Kaukasia (Eropa, Amerika, Australia, dll)

“Aku pergi untuk menyewa studio kecil dan murah bersama temanku di Seodaemun-gu, Seoul. Pemiliknya menunjukkan pada kami ruangan dan tanya untuk siapa ini,” kata Catuira. “Ketika aku berkata untuk aku, dia menolak menyewakan kamar itu. Jika itu untuk teman Korea-Amerika-ku, dia akan menyewakannya dengan mudah.”

Catuira, President Migrant Trade Union, berkata kalau diskriminasi terhadap orang Asia Tenggara di Korea ada di mana-mana, dari naik taksi sampai menyewa rumah dan mencari pekerjaan.

Ini adalah bagian dari diskriminasi yang biasa dialami di Korea oleh banyak orang dari Asia Tenggara. Dilaporkan oleh Seoul Development Institute, banyak laporan orang telah di tunjuk wajahnya (mungkin ketika jalan, dituding-tuding), diabaikan, dan dihina.

Menurut penilitian, 25.9 persen dari penduduk Seoul yang berasal dari Asia Tenggara pernah mengalami diskriminasi dari orang Korea dan orang asing dari negara lain.

Jumlah ini lebih besar dari laporan penduduk anggota OECD seperti US, Jepang, Eropa, yaitu sekitar 8.2 persen saja yang lapor diskriminasi. Sedangkan dari Asia Timur lain seperti Taiwan dan Cina ada laporan sekitar 20 persen.

Penilitian ini diambil dari 333 penduduk asing di Seoul, July 2010 dan mereka biasanya berkata diperlakukan tidak adil dalam mencari pekerjaan dan dalam aktivitas ekonomi.

Diskriminasi juga dalam mencari tempat tinggal,

“Tuan rumah lebih suka orang Kaukasia tapi tidak untuk orang kulit hitam atau Asia Tenggara, mereka terlalu berisik dan bau. Itu adalah kecurigaan yang tipikal, seperti orang asing (di USA, dll) yang mendiskriminasi orang Korea dengan berkata mereka bau kimchi dan bawang,” kata peneliti Hong Suk-ki

Mereka yang dari Asia Timur Laut berkata kalau ada diskriminasi dalam jasa kesehatan, tapi menurut peneliti, diskriminasi hanya karena kebanyakan RS hanya menggunakan bahasa Korea atau Inggris untuk melayani konsumen dan tidak siap dengan bahasa Cina atau Jepang, kata Hong.

Kalau penduduk dari negara OECD, hanya mengalami diskriminasi dalam masalah keuangan, misalnya bank2 di Korea yang hanya memberikan pelayanan terbatas.

Ketika ditanya apa mereka punya rasa memiliki sebagai penduduk Seoul, 21.9 persen berkata “tidak juga” dan 13.8 persen berkata, “sama sekali tidak.” Banyak yang berkata kebudayaan dari negara asal mereka tidak dihormati di ibukota Korea.

“Di Itaewon dimana banyak orang kulit hitam berkumpul, masalah timbul antara mereka dan penduduk Korea, karena penduduk asli curiga dengan orang kulit berwarna dan tidak mengerti kebudayaan mereka. Orang Korea juga merendahkan orang Asia Tenggara sebagian karena orang Asia Tenggara relatif lebih pendek dan sebagian karena negara asal di Asia Tenggara relatif lebih buruk status finansialnya. Menghakimi orang karena asal dan pandangan yang tidak jelas seperti itu menyakiti mereka.” kata Hong.

“Aku pikir ini bukan karena orang Korea itu jelek tapi karena mereka tidak terbiasa dengan kebudayaan asing. Orang Korea harus membuka pikiran mereka lebih luas lagi dan menjadi lebih bijaksana,” kata Hong.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: